Posted by: albatavi | April 2, 2010

Dua Saudara

Setiap mendengar kata sore, yang teringat olehku adalah akhir. Akhir dari sebuah hari yang panjang, dari aktifitas harian yang melelahkan. Sore memang bukan sebuah akhir yang nyata. Sore bisa menjadi garis waktu awal dari sebuah aktifitas nokturnal. Ya, segala macam aktifitas. Tapi bagiku, aktifitas yang terpikirkan adalah istirahat dan bekerja. Istirahat untuk melepas penat siangĀ  hari, menyelesaikan pekerjaan yang taka tau belum terselesaikan tadi siang.

Bila berpikir tentang sore, maka tak bisa kita terpisah dari membicarakan malam. Sore dan malam, seperti dua saudara kembar tapi tidak identik. Atau seperti sahabat karib yang tak terpisahkan. Malam memang gelap dan menyeramkan. Malam memang gelap, tapi terang oleh banyak bintang, satu buah bulan, serta ribuan kerlip lampu-lampu gedung perkotaan. Malam memang seram, tapi penuh keindahan akan misteri yang tak terungkap dan tak bertepi.

Kita sudah berbicara tentang sore dan malam. Sangatlah susah untuk memisahkan sore dan malam dengan pagi dan siang. Tapi belumlah saatnya kita berbicara tentang pagi dan siang. Belum, lain waktu kita lanjutkan.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.