selalu tidak bisa melihat apa yang ada dibalik setiap peristiwa yang terjadi. selalu tidak berusaha untuk paham, untuk mengerti mengapa hal-hal itu kita alami dan bukan orang lain. selalu bertanya mengapa kita tak seperti si anu, tak bisa seperti si itu. bertanya terus mengenai bagaimana sistematika yang Tuhan buat dalam sistem yang kita sebut takdir.
manusia selalu heran dengan apa yang dilakukan oleh Tuhan. sejarah membuktikannya, sejarah memberikan kita bukti bagaimana manusia selalu mempertanyakan cara kerja Tuhan. seperti Musa yang tak bisa berhenti bertanya kepada Khidir tentang apa yang dilakukannya. tentang apa yang Tuhan perintahkan kepada Khidir.
selalu menyalahkan Tuhan atas kecelakaan, kemalangan, keburukan, kesusahan yang menimpa tanpa mau melihat kenapa terjadi semua itu. lalu lupa lagi ketika yang datang nikmat, ketika yang terjadi adalah kebahagiaan. tak jarang, bahkan, sampai lupa pada siapa itu semua berpulang.
***
saat bersalah dan kita sadar telah melakukan kesalahan, pada dasarnya kita akan berusaha menyangkal itu terjadi karena kita. kesalahan yang ada merupakan kesalahan kita. seakan sudah menjadi naluri dasar bagi manusia untuk melakukan hal seperti itu. bahkan kalaupun ada orang lain yang tahu, kita akan berusaha untuk berkelit dari kesalahan yang ada.
mengapa kita tidak sekali-kali secara naluriah dan berani untuk berterus terang bahwa kesalahan yang ada disebabkan oleh kita, diri kita. memberanikan diri untuk mengakui bahwa apa yang telah kita lakukan salah, walau mungkin cuma sebentar. cobalah untuk jujur,seperti yang banyak orang bilang cobalah jujur walaupun itu pahit, atau bahwa kebenaran memang tidak selalu asyik dan menyenangkan.
bahkan yang terbaik diantara kita punya sisi yang lain. sisi yang pernah melakukan kesalahan, kejahatan, kebodohan, keburukan. tidak setiap orang suci kecuali Tuhan sudah menjaminnya, dan hanya segelintir orang yang begitu.
dunia tidak hanya terbagi menjadi hitam-putih, baik-jahat, baik-buruk, orang baik-orang jahat. bukan, dunia bukan sebuah hal yang pasti seperti itu. kalau dunia serba pasti, maka tak ada einstein yang kita kenal. dunia ini lebih kompleks dengan jutaan warna atau bahkan trilyunan warna yang ada. kejahatan disatu sisi adalah kejahatan, tapi mungkin disisi lain yang tidak kita ketahui atau pahami kejahatan adalah sesuatu yang baik, malah mungkin kebaikan itu sendiri.
***
jangan terlalu naif! bahkan aku yang menulis note ini mungkin merasa bijak, tapi yang kulakukan hanyalah menulis. sedangkan menulis bukanlah sesuatu yang aneh atau patut dicemooh, hargai pikiran orang lain dan kita akan menerima sebagaimana mestinya itu bertimbal balik.
selalu tidak bisa melihat apa yang ada dibalik setiap peristiwa yang terjadi. selalu tidak berusaha untuk paham, untuk mengerti mengapa hal-hal itu kita alami dan bukan orang lain. selalu bertanya mengapa kita tak seperti si anu, tak bisa seperti si itu. bertanya terus mengenai bagaimana sistematika yang Tuhan buat dalam sistem yang kita sebut takdir.
manusia selalu heran dengan apa yang dilakukan oleh Tuhan. sejarah membuktikannya, sejarah memberikan kita bukti bagaimana manusia selalu mempertanyakan cara kerja Tuhan. seperti Musa yang tak bisa berhenti bertanya kepada Khidir tentang apa yang dilakukannya. tentang apa yang Tuhan perintahkan kepada Khidir.
selalu menyalahkan Tuhan atas kecelakaan, kemalangan, keburukan, kesusahan yang menimpa tanpa mau melihat kenapa terjadi semua itu. lalu lupa lagi ketika yang datang nikmat, ketika yang terjadi adalah kebahagiaan. tak jarang, bahkan, sampai lupa pada siapa itu semua berpulang.
***
saat bersalah dan kita sadar telah melakukan kesalahan, pada dasarnya kita akan berusaha menyangkal itu terjadi karena kita. kesalahan yang ada merupakan kesalahan kita. seakan sudah menjadi naluri dasar bagi manusia untuk melakukan hal seperti itu. bahkan kalaupun ada orang lain yang tahu, kita akan berusaha untuk berkelit dari kesalahan yang ada.
mengapa kita tidak sekali-kali secara naluriah dan berani untuk berterus terang bahwa kesalahan yang ada disebabkan oleh kita, diri kita. memberanikan diri untuk mengakui bahwa apa yang telah kita lakukan salah, walau mungkin cuma sebentar. cobalah untuk jujur,seperti yang banyak orang bilang cobalah jujur walaupun itu pahit, atau bahwa kebenaran memang tidak selalu asyik dan menyenangkan.
bahkan yang terbaik diantara kita punya sisi yang lain. sisi yang pernah melakukan kesalahan, kejahatan, kebodohan, keburukan. tidak setiap orang suci kecuali Tuhan sudah menjaminnya, dan hanya segelintir orang yang begitu.
dunia tidak hanya terbagi menjadi hitam-putih, baik-jahat, baik-buruk, orang baik-orang jahat. bukan, dunia bukan sebuah hal yang pasti seperti itu. kalau dunia serba pasti, maka tak ada einstein yang kita kenal. dunia ini lebih kompleks dengan jutaan warna atau bahkan trilyunan warna yang ada. kejahatan disatu sisi adalah kejahatan, tapi mungkin disisi lain yang tidak kita ketahui atau pahami kejahatan adalah sesuatu yang baik, malah mungkin kebaikan itu sendiri.
***
jangan terlalu naif! bahkan aku yang menulis note ini mungkin merasa bijak, tapi yang kulakukan hanyalah menulis. sedangkan menulis bukanlah sesuatu yang aneh atau patut dicemooh, hargai pikiran orang lain dan kita akan menerima sebagaimana mestinya itu bertimbal balik.
Advertisement
Recent Comments