Posted by: albatavi | June 29, 2009

Perenungan Awal Umur 19

Seperti hal linnya yang ada di dunia ini, segalanya terikat pada waktu. Waktu yang menjadi penggerak semua unsure kehidupan di dunia, dengannya semua bias berjalan seperti apa yang kita ketahui. Waktu jugalah yang akan membawa kehidupan kita ini kepada akhir, yang kita ketahui pasti akan kita temui. Entah kapan?
  Yang selalu menjadi pertanyaan bagi umat manusia, tentang waktu. Pertanyaan yang berkenaan tentang awal dan akhir. Kapan sebenarnya waktu nol itu? Waktu dimana semuanya bermulai, awal dari perhitungan waktu yang sedang berjalan saat ini. Lalu pertanyaan tentang kapan waktu yang tengah berjalan ini akan terhenti. Kapan semua ini akan berakhir? Semuanya menjadi pertanyaan yang terus berusaha dicari jawabannya dan dipahami.
Semua dari kita pasti pernah mempertanyakan satu dari dua jenis pertanyaan ini. Entah secara sadar atau tidak, tapi itu yang terjadi dalam hidup kita. Secara naluri, bisa dibilang, setiap manusia akan mempertanyakan jawaban dari pertanyaan awal dan akhir ini.
Tentang pertanyaan awal dari semua ini. Dimanakah kita bisa menemukan jawabannya? Semua berusaha mencarinya, semua kalangan mengajukan jawaban yang berbeda-beda tergantung dasar yang ia punya. Semua berusaha menjawab, dan semua berusaha menerima jawaban yang diberikan. Mencoba memercayai jawaban yang diberikan, mencoba yakin.
Awal dari perputaran waktu yang terjadi sekarang. Bila kita menjawab awalnya adalah saat Tuhan berkata “Jadilah”, beberapa kalangan menyanggahnya dengan mengatakan bahwa jawaban yang diberikan oleh kitab suci tidaklah bisa diterima akal. Bahwa kitab suci hanyalah dongeng dunia yang diciptakan sebagai candu yang bersifat fantasi yang menenangkan. Pada akhirnya tidak ada yang memberikan jawaban yang pasti.
Beralih pada akhir. Kapan akhir dari waktu ini akan terjadi? Besok, sekarang, setahun, dua tahun, atau bahkan tidak berakhir. Semua mencoba untuk mengira-ngira, menerka kapan semua ini akan berakhir. Bahkan ada yang memutuskan untuk mengakhiri waktu oleh dirinya sendiri. Semua mencoba memprediksi apa dan kapan. Semua jawaban pada akhirnya hanya memberikan kekhawatiran bagi mereka yang merasa dunia adalah kesenangan yang abadi.
Pencarian akan jawaban terus saja terjadi, dan mungkin memang kita harus percaya pada kalimat yang menyatakan, “Tidak semua pertanyaan mempunyai jawaban yang pasti.” Atau kalimat, “Setiap pertanyaan tidaklah selamanya tuntas terjawab –dalam kurun  hidup manusia- ada yang memang tak terjawab.”
Seperti hal lainnya yang ada di dunia ini, segalanya terikat pada waktu. Waktu yang menjadi penggerak semua unsur kehidupan di dunia, dengannya semua bisa berjalan seperti apa yang kita ketahui. Waktu jugalah yang akan membawa kehidupan kita ini kepada akhir, yang kita ketahui pasti akan kita temui. Entah kapan?
  Yang selalu menjadi pertanyaan bagi umat manusia, tentang waktu Pertanyaan yang berkenaan tentang awal dan akhir. Kapan sebenarnya waktu nol itu? Waktu dimana semuanya bermulai, awal dari perhitungan waktu yang sedang berjalan saat ini. Lalu pertanyaan tentang kapan waktu yang tengah berjalan ini akan terhenti. Kapan semua ini akan berakhir? Semuanya menjadi pertanyaan yang terus berusaha dicari jawabannya dan dipahami.
Semua dari kita pasti pernah mempertanyakan satu dari dua jenis pertanyaan ini. Entah secara sadar atau tidak, tapi itu yang terjadi dalam hidup kita. Secara naluri, bisa dibilang, setiap manusia akan mempertanyakan jawaban dari pertanyaan awal dan akhir ini.
Tentang pertanyaan awal dari semua ini. Dimanakah kita bisa menemukan jawabannya? Semua berusaha mencarinya, semua kalangan mengajukan jawaban yang berbeda-beda tergantung dasar yang ia punya. Semua berusaha menjawab, dan semua berusaha menerima jawaban yang diberikan. Mencoba memercayai jawaban yang diberikan, mencoba yakin.
Awal dari perputaran waktu yang terjadi sekarang. Bila kita menjawab awalnya adalah saat Tuhan berkata “Jadilah”, beberapa kalangan menyanggahnya dengan mengatakan bahwa jawaban yang diberikan oleh kitab suci tidaklah bisa diterima akal. Bahwa kitab suci hanyalah dongeng dunia yang diciptakan sebagai candu yang bersifat fantasi yang menenangkan. Pada akhirnya tidak ada yang memberikan jawaban yang pasti.
Beralih pada akhir. Kapan akhir dari waktu ini akan terjadi? Besok, sekarang, setahun, dua tahun, atau bahkan tidak berakhir. Semua mencoba untuk mengira-ngira, menerka kapan semua ini akan berakhir. Bahkan ada yang memutuskan untuk mengakhiri waktu oleh dirinya sendiri. Semua mencoba memprediksi apa dan kapan. Semua jawaban pada akhirnya hanya memberikan kekhawatiran bagi mereka yang merasa dunia adalah kesenangan yang abadi.
Pencarian akan jawaban terus saja terjadi, dan mungkin memang kita harus percaya pada kalimat yang menyatakan, “Tidak semua pertanyaan mempunyai jawaban yang pasti.” Atau kalimat, “Setiap pertanyaan tidaklah selamanya tuntas terjawab –dalam kurun  hidup manusia- ada yang memang tak terjawab.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.